Saturday, April 25, 2009

flu singapura

flu singapura sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai hand, foot, and mouth disease (HMFD) atau penyakit kaki, tangan dan mulut (KTM).
penyakit KTM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae,genus Enterovirus.Penyebab KTM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71.
penyakit ini sangat menular dan sering terjadi pada musim panas. penyakit ini biasa menyerang anak anak. orang dewasa umumnya kebal terhadap enterovirus.
penularan penyakit ini mmelalui kontak langsung dari orang ke orang yaitu melalui droplet,pilek,air liur,tinja,cairan dari vesikel atau ekskreta.penularan kontak tidak langsung melalui barang,handuk,baju,peralatan makan,mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu.pada penyakit ini tidak ada vektor tetapi ada pembawa/carier seperti lalat dan kecoa. penyakit ini mempunyai imunitas spesifik,namun anak dapat terkena penyakit ini kembali oleh vrus strain enterovirus lainnya.
gambaran klinik penyakit ini mula mula demam tidak tinggi 2-3 hari,diikuti sakit leher (pharingitis),tidak ada nafsu makan,pilek,gejala seperti flu. timbul vesikel yang kemudian pecah menjadi ulkus di mulut seperti sariawan teras nyeri hingga sukar menelan. bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel,papulovesikel yang tidak gatal di telapak tangan dan kaki. kadang kadang rash/ruam ada di bokong. penyakit ini membaik sendiri dalam 7-10 hari.
pada bayi/ anak dengan gejala berat atau dengan komplikasi harus dirawat di rumah sakit.
gejala berat antara lain adalah:
- hiperpireksia
- demam tidak turun turun
- tachicardia
- tachipneu
- malas makan,muntah atau diare dengan dehidrasi
- lethargia
- nyeri pada leher, lengan dan kaki
- kejang kejang
komplikasi penyakit ini adalah :
- meningitis
- enchepalitis
- myocarditis
- paralisis akut flaksid

TATALAKSANA :
o Istirahat yang cukup
o Pengobatan spesifik tidak ada.
o Dapat diberikan :
Immunoglobulin IV (IGIV), pada pasien imunokompromis atau neonatus
Extracorporeal membrane oxygenation.
o Pengobatan simptomatik :
-Antiseptik didaerah mulut
-Analgesik misal parasetamol
-Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena demam
-Pengobatan suportif lainnya ( gizi dll )
Penyakit ini adalah self limiting diseases yang sembuh dalam 7-10 hari, pasien perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Pasien yang dirawat adalah yang dengan gejala berat dan komplikasi tersebut diatas.

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT:
Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik. Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan Overcrowding, menjaga kebersihan (Higiene dan Sanitasi) lingkungan dan perorangan misal cuci tangan, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.
Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan.
Di Rumah sakit Universal Precaution harus dilaksanakan.
Penyakit ini belum dapat dicegah dengan vaksin (Imunisasi)

1 comment:

Tirta Kusuma said...

wah, nek bedane karo flu sing biasane opo mba?