Tuesday, September 25, 2007

DIARE PADA ANAK

diare adalah pola defekasi yang abnormal,dimana frekwensinya meningkat,lebih dari 4 kali dalam sehari,dengan konsistensi yang lebih cair dari pada biasanya. Tetapi perlu diingat bahwa pada bayi yang mendapatkan asi ekslusif frekwensi defekasi 5-6 kali sehari masih dianggap normal.
diare akut pada anak biasanya disebabkan karena infeksi,tetapi selain itu juga bisa disebabkan karena malabsorpsi dan enteropati. Sejauh ini komplikasi dari diare yang paling sering terjadi adalah dehidrasi.
patofisiologi dari diare bisa bermacam macam,virus dapat secara langsung menyababkan kerusakan di dinding usus sehingga meningkatkan sekresinya,rotavirus memproduksi endotoksin yang dapat memicu sekresi dari usus halus sehingga mengakibatkan tinja yang cair,bakteri dapat menyebabkan terjadinya ulserasi dan abses di dinding usus.
gejala klinis
selain diare juga bisa terdapat gejala gejala berikut:
1. dehidrasi
Dehidrasi adalah penyebab terbanyak kematian pada diare,setiap pasien diare harus dinilai derajat dehidrasinya. letargi,penurunan kesadaran,ubun ubun yang cekung,mukosa membran yang kering,tidak ada air mata,turgor kulit menurun,capillary refill yang terlambat, semua itu adalah beberapa tanda penting dehidrasi
2.malnutrisi
3. abdominal pain
4.peristaltik yang meningkat
5.perianal erythemamedical care
karena kebanyakan diare adalah self limiting disease,maka terapi yang utama adalah bersifat suportif,yaitu memelihara cairan dan menterapi dehidrasi. terapi rehidrasi oral adalah terapi pertama pada diare anak,terapi rehidrasi intravena dikerjakan bila terapi rehidrasi oral dirasa tidak berhasil
1.terapi rehidrasi oral
2.pemberian makan/asi lebih sering dari biasanya
3.obat spasmolitik tidak diindikasikan untuk diare karena infeksi
4.anti mikroba diindikasikan untuk nonviral diare
Aeromonas species:Use cefixime and most third- and fourth-generation cephalosporins.
Campylobacter species:Erythromycin shortens illness duration and shedding.
C difficile:Discontinue potential causative antibiotics.
If antibiotics cannot be stopped or this does not result in resolution, use oral metronidazole or vancomycin. Vancomycin is reserved for the child who is seriously ill.
C perfringens:Do not treat with antibiotics.
Cryptosporidium parvum:Paromomycin; however, effectiveness is not proven. Nitazoxanide, a newer anthelmintic, is effective against C parvum.
Entamoeba histolytica:Metronidazole followed by iodoquinol or paromomycin Asymptomatic carriers in nonendemic areas: Iodoquinol or paromomycin.
E coli:Trimethoprim-sulfamethoxazole (TMP-SMX) if moderate or severe; antibiotic treatment may increase likelihood of HUS. Parenteral second-generation or third-generation cephalosporin for systemic complications
G lambli:Metronidazole or nitazoxanide can be used.
Plesiomonas species:Use TMP-SMX or any cephalosporin.
Salmonella species:Treatment prolongs carrier state, is associated with relapse, and is not indicated for nontyphoid-uncomplicated diarrhea. Treat infants younger than 3 months and high-risk patients (eg, immunocompromised, sickle cell disease). TMP-SMX is first-line medication; however, resistance occurs. Use ceftriaxone and cefotaxime for invasive disease.
Shigella species:Treatment shortens illness duration and shedding but does not prevent complications. TMP-SMX is first-line medication; however, resistance occurs. Cefixime, ceftriaxone, and cefotaxime are recommended for invasive disease.
V cholerae:Treat infected individuals and contacts. Doxycycline is the first-line antibiotic, and erythromycin is second-line antibiotic.
Yersinia species:TMP-SMX, cefixime, ceftriaxone, and cefotaxime are used. Treatment does not shorten disease duration; reserve for complicated cases.

macam obat

1.cefixime:potensial long akting sefalosporin
dosis dewasa: 400mg po 4xsehari 7-10 hari
dosis anak:8mg/kgbb po 4xsehari 7-10 hari
umumnya aman untuk wanita hamil
ki:alergi penisilin,ggg fx ginjal
2.seftriakson:
sefalosporin generasi ketiga
dosis dewasa 1-2 g IV/IM dalam 24 jam
dosis anak 50mg/kgbb/hari IV/IM 2-4xsehari
ki:riwayat alergi,hiperbilirubin
umumnya aman untuk wanita hamil
3.cefotaxim:
sefalosporin generasi ketiga
dosis dewasa 1-2 g IV/IM dalam 24 jam
dosis anak 50mg/kgbb/hari IV/IM 2-4xsehari
ki:riwayat alergi penisilin
umumnya aman untuk wanita hamil
4. eritromisin:
makrolide bakteriostatik,berguna untuk kuman vibrio dan csmpylobscter
dosis dewasa 250-500mg po 4x sehari
dosis anak 50mg/kgbb/hari po/iv dibagi dalam 4x sehari
ki riw alergi,ggg hati
umumnya aman untuk wanita hamil
5.metronidazole:
aktif untuk spesies giardia,entamoeba
dosis dewasa 250-500 po 3xsehari 10 hari
dosis anak3050mg/kgbb/hari po
6.kotrimoksasol:
efektiv untuk E coli
dosis dewasa 160 mg po 2xsehari 7-10 hari
dosis anak 10 mg/kgbb/ hari po dibagi 2 dosis
7.tetrasiklin
dosis dewasa 25-500 mg po 4xsehari selama 6 hari
dosis anak >8 tahun 25-50mg/kgbb/hari
tidak aman untuk wanita hamil
8.vankomisin
efektiv untuk C difficile
dosis dewasa 500mg po 4xsehari
dosis anak 40-50 mg/kgbb/hari

2 comments:

Arthur said...

thank you.

Hey I need desperately a Viagra Online Prescription please post something about it !

Carmina said...

I need an article in that idiom about Sildenafil please do it me this favor !